BUDI DAYA SUKUN

Diposting oleh PERKEBUNAN_86 on Jumat, 16 Desember 2011





Maaf, stock buku kosong atau out-of-print.


BUDI DAYA SUKUN 
oleh: Setijo Pitojo, Ir
> Pertanian & Perkebunan » Budi Daya

Penerbit :    Kanisius
Tgl Penerbitan :    1992-10-06
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    64
Ukuran :    148x210x0 mm
Sinopsis Buku:
Buku ini secara singkat dan jelas memberikan informasi yang lengkap mengenai usaha budidaya sukun. Dikemukakan secara rinci mengenai tanaman sukun: morfologi dan jenis-jenisnya; Cara pengadaan/perbanyakan bibit sukun (okulasi, cangkok, tunas akar dan stek akar); Cara bercocok tanam sukun (syarat tumbuh dan cara penanaman); Pengendalian hama dan penyakit tanaman sukun; Cara memanen buah sukun; penanganan pasca panen: dibuat gaplek, tepung atau pati sukun, disertai pula dengan berbagai resep aneka ragam olahan sukun.Sasaran:




Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!



Buku Sejenis Lainnya:
oleh Hery Soeryoko
Rp 39.900
Rp 33.915
  [selengkapnya]
oleh M. Ghufran H. Kordi K.
Rp 26.000
Rp 22.100
Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan dalam sektor perikanan, karena permintaan yang terus meningkat baik untuk kebutuhan dalam negeri ...  [selengkapnya]
oleh Bambang Cahyono
Rp 36.500
Rp 31.025
Buah stroberi termasuk buah unggulan bernilai ekonomi tinggi yang digolongkan ke dalam golongan buah eksotis dan termasuk buah yang digemari oleh ...  [selengkapnya]
oleh Warisno, S. PKP
Rp 35.000
Rp 29.750
Di China, pada zaman dinasti Ming, ling zhi telah menjadi menu sehari-hari para raja karena khasiatnya diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh. ...  [selengkapnya]
More aboutBUDI DAYA SUKUN

Perkebunan Cemara

Diposting oleh PERKEBUNAN_86

Perkebunan Cemara

Featured Blog

Klasifikasi Lapangan Usaha (edisi-006)

baggy wrote 12 months ago: 0127 PERKEBUNAN TANAMAN UNTUK BAHAN MINUMAN Subgolongan ini mencakup : Pertanian tanaman untuk bahan … more →

More aboutPerkebunan Cemara

Bayur

Diposting oleh PERKEBUNAN_86

Bayur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
?Bayur
Bayur, Pterospermum javanicumSimeulue, NAD
Bayur, Pterospermum javanicum
Simeulue, NAD
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Filum: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malvales
Famili: Malvaceae (s.l.) atau Sterculiaceae
Upafamili: Dombeyoideae
Genus: Pterospermum
Spesies: P. javanicum
Nama binomial
Pterospermum javanicum
Jungh.
Sinonim
Pterospermum blumeanum Korth.
Pterospermum lanceaefolium Bl.
Bayur, bayor atau wadang (Pterospermum javanicum) adalah sejenis pohon penghasil kayu pertukangan berkualitas baik. Pohon yang biasa didapati di dataran rendah ini dikenal juga dengan nama-nama lain, seperti bayur, cayur (Sd.); bayur, wayur, wadang, walang (Jw.); phenjur (Md.); dan lain-lain[1]. Juga bolang (Bal.); buli (Slw.); damarsala (NTT); teunggi leuyan (Kal.)[2]. Bayur diketahui menyebar luas di dunia, khususnya di wilayah tropis, mulai dari India bagian selatan, Asia Tenggara, Kepulauan Nusantara, dan juga Amerika Tengah serta Brasil.[3]
Dalam perdagangan, kelompok kayu bayur dari Indonesia juga mencakup beberapa spesies Pterospermum yang lain, terutama P. celebicum dan P. diversifolium. Kayu ini dikenal pula di dunia sebagai bayor, bayok, bayuk atau litak.[4]

Daftar isi

 [sembunyikan

[sunting] Pemerian botanis

Tumbuh di tengah kebun kelapa
Pohon besar, tingginya dapat mencapai 45 m dan gemang batangnya 1 m. Pepagan berwarna keabu-abuan, halus hingga memecah dangkal. Ranting-ranting berambut halus. Daun tunggal terletak berseling, bertangkai pendek, 3–6 mm. Helaian daun bundar telur sampai lanset, sekira 4–14 x 2,5–7 cm, dengan ujung meluncip dan pangkal asimetris: sebelah membundar dan sebelahnya menyempit runcing. Sisi atas hijau terang, sisi bawah daun berambut bintang halus kecoklatan, pada pangkal dengan tiga tulang daun.[3]
Perbungaan berupa malai terminal atau di ketiak. Bunga panjang hingga 6 cm, kuning, berambut halus. Buah kotak silindris, 5–13 x 2–5 cm, mula-mula berambut halus kemudian gundul. Bijinya banyak dan bersayap.[3]

[sunting] Ekologi

Ranting dan pepagan. Sesaot, Narmada, Lombok Barat
Bayur adalah penghuni hutan dataran rendah, dan kemudian juga hutan-hutan sekunder, di bawah 1.000 m dpl. Tidak jarang pula dijumpai di hutan-hutan tepi sungai dan hutan pantai. Biji-bijinya memencar dengan bantuan angin. Tumbuh dengan sendirinya di kebun-kebun wanatani yang berdekatan, bayur biasanya dibiarkan hidup hingga besar untuk dipanen kayunya yang berharga.
Meski umum ditemukan pada tanah lembab yang tidak tergenang air, bayur juga tumbuh baik pada tanah-tanah kering di dalam hutan hujan gugur daun di atas tanah liat, tanah pasir atau tanah liat berpasir. Iklim yang disukainya adalah basah hingga kemarau agak kering, dengan tipe curah hujan A-C.[2]

[sunting] Manfaat

Bayur terutama dimanfaatkan kayunya yang dipujikan berkualitas baik, dan karenanya menjadi salah satu jenis kayu penting di luar jati dan jenis-jenis dipterokarpa.[1][3] Kayu bayur kerap digunakan untuk konstruksi bangunan seperti rumah, perahu, dibuat balok dan papan, bahkan juga untuk membuat jembatan. Akan tetapi kayu ini tidak begitu awet, sehingga dianjurkan untuk digunakan hanya di bawah naungan atap dan dihindarkan dari sentuhan dengan tanah. Kayu bayur juga sering dimanfaatkan dalam pembuatan mebel dan perkakas rumah tangga.[1]
Pada masa lalu, kulit kayunya juga diperdagangkan sebagai subal (pengganti) kulit kayu soga (Peltophorum pterocarpum) yang mahal. Kulit kayu bayur ini di pasar disebut sebagai kulit kayu Timor.[1]

[sunting] Sifat-sifat kayu

Kayu teras bayur berwarna merah pucat, merah-coklat muda, hingga keungu-unguan atau semu lembayung. Kayu gubalnya putih kotor hingga kelabu. Berat jenis kayu bayur berkisar antara 0,35–0,70 (rata-rata 0,53), dan dimasukkan ke dalam kelas kuat III. Kayu ini termasuk mudah dikerjakan dengan hasil yang baik; walaupun teksturnya agak kasar, namun permukaan kayu yang dihasilkan umumnya licin dan berkilap. Kayu ini mudah dipelitur, dan mudah dijadikan venir (lembaran tipis bahan kayu lapis).[4]
Dari segi keawetan, bayur berada dalam kelas IV-V (kurang awet); namun daya tahannya terhadap jamur pelapuk kayu termasuk kelas II-III. Dalam pada itu, keterawetannya tergolong sedang sampai mudah diawetkan.[4]

[sunting] Jenis yang berkerabat

[sunting] Catatan kaki

  1. ^ a b c d Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 3:1350 Terj. Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta
  2. ^ a b Heryati, Y., A.S. Kosasih, dan R. Bogidarmanti. t.t. Bayur (Pterospermum javanicum Jungh.), selebaran Puslitbang Hutan Tanaman, Bogor
  3. ^ a b c d Argent, G., A. Saridan, E.J.F. Campbell, & P. Wilkie. 1987. Manual of the Larger and More Important Non Dipterocarp Trees of Central Kalimantan, Indonesia, vol. 2:610 Forest Research Institute, Samarinda
  4. ^ a b c Martawijaya, A., I. Kartasujana, Y.I. Mandang, S.A. Prawira, & K. Kadir. 1989. Atlas Kayu Indonesia, jil. 2:11-15 Balitbang Kehutanan, Bogor

[sunting] Pranala luar

More aboutBayur

Cara Budidaya Mahoni

Diposting oleh PERKEBUNAN_86


Taksonomi dan tata nama
Famili: Meliaceae
Sinonim: Swietenia candolei Pittier, Swietenia krukovii Gleason, Swietenia belizensis Lundel, Swietenia macrophylla King var. marabaensis Ledoux et Lobato, Swietenia tessmanii Harms.

Nama lokal/daerah: mahoni berdaun lebar

Jenis yang berkerabat: Genus ini terdiri dari dua genus, S. mahagony and S. humilis. Tiga jenis lainnya belum ditetapkan secara biologis, karena saling bersilangan secara bebas.

Penyebaran dan habitat
Jenis yang tumbuh pada zona lembab; menyebar luas secara alami atau dibudidayakan; jenis asli Meksiko (Yucatan), bagian tengah dan utara Amerika selatan (Wilayah Amazona). Penanaman secara luas terutama di Asia bagian selatan dan Pasifik, juga diintroduksi di Afrika Barat.

Pemanfaatan
Kayu Mahoni ini termasuk bahan mebel bernilai tinggi karena dekoratif dan mudah dikerjakan. Ditanam secara luas di daerah tropis dalam program reboisasi dan penghijauan. Dalam system agroforestry digunakan sebagai tanaman naungan dan kayu bakar.

Lukisan pohon
Pohon selalu hijau dengan tinggi antara 30 - 35 cm. Kulit berwarna abu-abu dan halus ketika masih muda, berubah menjadi coklat tua, menggelembung dan mengelupas setelah tua. Daun bertandan dan menyirip yang panjangnya berkisar 35 - 50 cm, tersusun bergantian, halus berpasangan, 4 - 6 pasang tiap-daun, panjangnya berkisar 9 - 18 cm. Bunga kecil berwarna putih, panjang 10 - 20 cm, malai bercabang.

Diskripsi buah dan benih
Buah: kering merekah, umumnya berbentuk kapsul bercuping 5, keras, panjang 12-15 (-22) cm, abu-abu coklat, halus atau . Bagian luar buah mengeras, ketebalan 5-7 mm bagian dalam lebih tipis. Dibagian tengah mengeras seperti kayu, berbentuk kolom dengan 5 sudut yang memanjang menuju ujung. Buah akan pecah mulai dari ujung atau pangkal pada saat masak dan kering. Biji menempel pada kolumela melalui sayapnya, meninggalkan bekas yang nyata setelah benih terlepas. Umumnya setiap buah terdapat 35 -45 biji.

Benih: coklat, lonjong padat, bagian atas memanjang melengkapi menjadi sayap, panjangnya mencapai 7.5-15 cm dengan extensive air spaces. Biji disebarkan oleh angin. Jumlah biji 1800-2500 per kg.

Pembungaan dan pembuahan
Bunga berkelamin satu dan pohon berumah satu. Penyerbukan dilakukan oleh serangga. Hibridisasi sering terjadi terutama dengan S. mahagoni apabila species tersebut tumbuh bersama. Biasanya hanya satu bunga yang menjadi buah, yang lainnya gugur. Pembentukan bunga sampai buah masak diperlukan waktu 9 - 12 bulan. Masa berbunga dan buah terjadi setiap tahun mulai umur 10 - 15 tahun tetapi pembentukan buah akan menurun apabila polinator berkurang . Waktu yang lama dalam pembentukan buah memungkinkan untuk menaksir hasil setiap bulan sebelum
Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan
pemungutan hasil. Biasanya pembungaan terjadi ketika pohon menggugurkan daun atau pada saat daun baru mulai muncul sesaat sebelum sebelum musim hujan.
Ringkasan data penologi dibeberapa negara antara lain :
Amerika tengah &utara - Musim bunga : April-Juni, - Musim buah : Januari-Maret
Amerika selatan - Musim bunga : September-Oktober, - Musim buah : Juli-Agustus
British Virgin Is. & Puerto Rico - Musim bunga : Mei-Juni, - Musim buah : September-Oktober
Costa Rica - Musim bunga : Maret-Apri, - Musim buah : Desember-Januari
Pulau Solomon - Musim bunga : Juni-September, - Musim buah : -
Pilipina - Musim bunga : Maret-Juni, - Musim buah : Desember-Maret
Indonesia - Musim bunga : September-Oktober, - Musim buah : Juni-Agustus

Panen buah
Buah lebih baik dipetik langsung dari pohon sebelum merekah atau benihnya dikumpulkan dari bawah tegakan sesaat setelah jatuh. Produksi benih bervariasi tempat tumbuh dan umur. Faktor pentingl dalam produksi benih adalah efisiensi penyerbukan yang tidak menentu terutama di luar sebaran alami. Pohon dewasa S. macrophylla dapat menghasilkan sekitar lebih 200 buah masak pertahun atau sekitar 4 - 8 kg benih. Tetapi umumnya produksi hanya 2,5 - 4 kg benih per pohon untuk pohon-pohon yang tajuknya cukup terbuka.

Pemrosesan, penangan buah dan benih
Buah kering yang masak dan benih yang dikumpulkan dari lantai hutan dapat disimpan beberapa hari dalam karung tanpa menyebabkan kerusakan. Tetapi untuk mengurangi berat lebih baik apabila diproses di lapangan. Buah akan merekah setelah dijemur 1 - 4 hari, tergantung kemasakan, setelah itu biji dapat dipisahkan dengan menggoyang atau menggaruk buah. Bagian buah lainnya dapat dipisahkan dengan tangan. Selanjutnya dilakukan pemotongan sayap bila diperlukan.

Penyimpanan dan viabilitas
Benih termasuk ortodox dan apabila disimpan dengan kadar air 3 - 7 % pada temperatur rendah (1- 5 C) viabilitasnya akan tetap tinggi dan dapat bertahan beberapa tahun. Bila benih disimpan dalam kantong kertas pada temperatur suhu kamar, viabilitasnya dapat dipertahankan selama 7 - 8 bulan. Kadar air benih masak adalah 9 – 12 %. Persentase kecambah benih segar 60 - 90 %.

Perlakuan pendahuluan
Perlakuan pendahuluan tidak begitu penting, tetapi perkecambahan benih berkadar air rendah dapat ditingkatkan dengan merendam dalam air selama 12 jam.

Penaburan dan perkecambahan
Untuk pengujian, benih dikecambahkan pada media pasir dengan kisaran suhu 35 - 30C atau
suhu tetap 30C selama 12/12 atau 8/16 jam terang/ gelap. Di persemaian benih ditabur di bak pasir terbuka sedalam 3 - 7 cm atau langsung ditabur di kantong. Benih berkecambah pada media lembab di bawah naungan. Benih akan berkecambah dalam 10 - 21 hari. Bibit dijaga tetap dalam naungan sampai di tanam di lapangan setelah tingginya mencapai 50 - 100 cm.


Daftar pustaka
Alvenga, S., Flores, E.M. (1988): Morfologia y germinacion de la semilla de caoba, Swietenia macrophylla King. (Meliaceae). Revista de Biologia Tropical, 36: 2A, 261-267. Universidad de Costa Rica.
Cottle, G.W. 1959: Mahogany - a valuable tree for farmers. Agricultural Journal Fiji, 29: 19-20.
Gullison RE, Panfil SN, Strouse JJ, Hubbell SP, 1996. Ecology and management of mahogany (Swietenia macrophylla King) in the Chimanes Forest, Beni,Bolivia. Bot. J. of the Linnean Society. 122: 9-34.
Lyhr, K. P., 1992. Mahogany – Silviculture and Use of American Mahogany (Swietenia spp.). The Royal
Veterinary and Agricultural University, Copenhagen.
Nataniela V, Singh K, Lal S, 1997. Seed production of Swietenia macrophylla (Large-leaved Mahogany) in Fiji. Pacific Islands Forests & Trees 4/97: 7-11.

Pennington, T. D., 1981. Meliaceae, Flora Neotropica,28. New York Botanical Garden.
Soerianegara I, Lemmens, R.H.M.J., eds., 1993.Plant Resources of South-East Asia No. 5(1). Timber
trees: major commercial timbers. Wageningen, Netherlands: Pudoc Scientific Publishers.
More aboutCara Budidaya Mahoni

Perkebunan tebu Aquino dibagikan kepada para petani

Diposting oleh PERKEBUNAN_86

Perkebunan tebu Aquino dibagikan kepada para petani

Terbaru  24 November 2011 - 22:46 WIB
Para petani menyambut baik keputusan MA Filipina
Para petani menyambut baik keputusan pembagian pertanian tebu milik keluarga Aquino.
Mahkamah Agung Filipina memutuskan redistribusi lahan perkebunan tebu milik keluarga Presiden Benigno Aquino.
Lahan itu akan dibagikan kepada lebih dari 6.000 petani yang selama ini merupakan petani penggarap. Sebagian dari mereka sudah bekerja sebagai penggarap di perkebunan tersebut selama 50 tahun lebih.
Hacienda Luisita -yang terletak di Provinsi Tarlac- merupakan salah satu wilayah pertanahan pribadi terbesar di Filipina dengan luas sekitar 4.500 hektar.
Selain membagikan lahan perkebunan, Mahkamah Agung juga memerintahkan Hacienda Luisita membayar sebesar US$30 juta kepada para petani yang berasal dari penjualan sebagian lahan, yang sudah berubah menjadi kompleks perumahan dan jalan bebas hambatan.
Sejumlah petani melakukan aksi unjuk rasa menyambut keputusan ini di luar gedung Mahkamah Agung Filipina di Manila, Kamis 24 November.
Wartawan BBC di Manila, Kate McGeown, melaporkan keputusan ini dilihat sebagai sebuah kemenangan para petani penggarap yang jarang terjadi di sebuah negara dengan kepemilikan tanah yang berada di tangan sekelompok kecil tuan tanah yang berpengaruh.

Reformasi Cory Aquino

Sebagian besar kepemilikan Hacienda Luisita dipegang oleh keluarga Presiden Aquino dan pertarungan hukum atas kepemilikan tanah itu sudah berlangsung selama dua puluh tahun terakhir.
Tahun 2004, tujuh petani penggarap di lahan itu tewas dalam bentrokan dengan aparat keamanan.
Sengketa kepemilikan ini didorong oleh kebijakan reformasi pertanian yang ditempuh oleh Presiden Cory Aquino -ibu dari Presiden Benigno Aquino- pada masa pemerintahannya tahun 1980-an.
Reformasi pertanian yang diluncurkan Cory Aquino memberi hak-hak yang lebih besar kepada para petani penggarap namun para tuan tanah di Filipina -termasuk keluarga Aquino- bisa mempertahankan kepemilikan dengan memanfaatkan celah hukum.
Pengadilan sebelumnya memutuskan bahwa para petani penggarap akan mendapatkan saham dan bukan kepemilikan tanah, yang ditolak oleh para petani.
Penasehat hukum Hacienda Luisita, Antonio Liqon, mengatakan belum menerima keputusan tersebut namun memberi pertanda perusahaan akan mematuhinya.
"Tidak ada yang berada di atas hukum," katanya, seperti dikutip stasiun TV ABS-CBN.
More aboutPerkebunan tebu Aquino dibagikan kepada para petani